Retno Respaty Blog's

Indonesian Education Live Stories

ENGLISH ACTION RESEARCH / PTK BAHASA INGGRIS

LAPORAN KEGIATAN PROGRAM HIBAH
PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN
2008/2009

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF
MODEL TOURNAMENT GAMES TEAM (TGT)
DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KORAN
UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS
SISWA KELAS X 4 SMA YPPI-I SURABAYA

RETNO RESPATY,SS
Dra. EMILIA PUSPITASARI

SMA YPPI-I SURABAYA

UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA
SURABAYA

BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG PERMASALAHAN

Salah satu unsur yang berperan dalam keberhasilan suatu proses pembelajaran adalah kondisi belajar di dalam kelas, yang melibatkan semua pihak, yaitu guru, siswa dan sekolah yang merupakan satu kesatuan yang terkait. Semua saling menunjang untuk terciptanya suatu kondisi pembelajaran yang efektif dan menarik, sehingga siswa dapat menikmati proses pembelajaran yang pada akhirnya siswa dapat memahami dan membangun kontruksi pengetahuan.
Penciptaan kondisi pembelajaran tersebut membutuhkan suatu kemampuan dan ketrampilan khusus dari seorang guru. Guru perlu merumuskan dan merencanakan berbagai pengalaman belajar (learning experience) yang bisa diperoleh siswa. Selain itu untuk mengetahui apakah standar kompetensi yang ditetapkan telah tercapai atau belum, seorang guru membutuhkan suatu alat ukur yang dapat mengukur melalui indikator-indikator yang ada. Hal ini memerlukan suatu pemahaman terhadap materi ajar dan metode-metode pembelajaran yang akan digunakan dalam penyampaian materi.
Mata pelajaran Bahasa Inggris bagi sebagian besar siswa merupakan suatu mata pelajaran yang tidak menyenangkan dan bahkan menjadi ”momok” bagi mereka. Terutama pada salah satu kompetensi dasar dalam mata pelajaran Bahasa Inggris, yaitu Reading. Dalam KBM pada kompetensi dasar Reading, seringkali kita terhambat oleh kurang tertariknya siswa terhadap materi-materi ajar yang panjang dan terkadang membuat siswa harus menguras energi untuk berpikir, memahami dan menganalisis bacaan. Siswa sering menganggap materi ”reading” sebagai pelajaran yang membosankan dan memusingkan. Apalagi jika metode pembelajaran menggunakan metode ceramah, yang hanya membuat siswa duduk diam, mendengarkan dan mencatat informasi-informasi yang diterangkan oleh guru.
Penyampaian materi-materi ajar dalam kompetensi dasar reading, sebaiknya menggunakan metode yang juga dapat memberikan stimulus pada aktivitas listening dan speaking, misalnya saat siswa mempresentasikan hasil belajarnya dan mengungkapkan pendapat atau hasil refleksinya di depan kelas. Dengan demikian semua ketrampilan berbahasa dapat berkembang secara terpadu dan proses pembelajaran dapat berlangsung dengan aktif.
Karena itu, seorang guru seharusnya banyak melakukan eksperimen untuk dapat menerapkan metode-metode yang tepat sebagai sarana dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas.

IDENTIFIKASI MASALAH

Data-data di bawah adalah hasil nilai ulangan harian Reading Genre Text kelas X-4. Lebih dari separuh siswa mendapatkan nilai di bawah nilai SKBM (Standard Ketuntasan Belajar Minimal) yaitu 65.

Tabel Data Nilai Hasil Ulangan Harian
Pokok Bahasan News Item KD Reading

NILAI UH JUMLAH SISWA %
0 – 44 0 0
45 – 64 14 52
65 – 84 11 40
85 – 100 2 8

Berdasarkan latar belakang masalah dan didukung oleh data-data tersebut, maka identifkasi masalah dirumuskan sebagai berikut:
1. Proses pembelajaran bahasa Inggris di kelas masih berjalan monoton
2. Penggunaan metode pembelajaran yang bersifat konvensional, yaitu penyampaian materi ajar dengan metode ceramah tidak efektif karena informasinya berjalan satu arah dan cenderung kurang memotivasi siswa untuk belajar
3. Belum ditemukan strategi pembelajaran yang tepat
4. Rendahnya kualitas pembelajaran dan hasil prestasi akademis siswa untuk mata pelajaran Bahasa Inggris.

BAB II

LANDASAN TEORI

COOPERATIVE LEARNING
Cooperative Learning atau pembelajaran kooperatif merupakan salah satu strategi pembelajaran dengan cara siswa belajar dalam kelompok dan setiap anggota kelompok memiliki kemampuan yang berbeda-beda, menggunakan beberapa teknik untuk mengembangkan pemahaman mereka terhadap suatu materi. Masing-masing anggota kelompok tidak hanya bertanggung jawab pada apa yang dipelajarinya tetapi juga bertanggung jawab untuk membantu anggota kelompok lainnya dan kemudian berusaha secara optimal untuk memperoleh hasil belajar yang lebih baik. Para anggota kelompok belajar melalui tugas-tugas yang diberikan sampai semua anggota memahami dan menyelesaikan tugas-tugasnya.
Cooperative learning is a successful teaching strategy in which small teams, each with students of different levels of ability, use a variety of learning activities to improve their understanding of a subject. Each member of a team is responsible not only for learning what is taught but also for helping teammates learn, thus creating an atmosphere of achievement. Students work through the assignment until all group members successfully understand and complete it. (http://www.edtech.kennesaw.edu/intech/cooperativelearning.html)
Dalam semua metode pembelajaran kooperatif, siswa bekerja bersama untuk mempelajari materi ajar dan bertanggung jawab terhadap anggota kelompoknya dan juga pada dirinya sendiri. Siswa harus mengetahui tujuan dan cara belajar dalam kelompok, agar metode pembelajaran dapat berkembang dan tujuan dapat tercapai. Jadi, dalam metode ini tugas murid bukanlah mengerjakan tugas secara kelompok, melainkan mencari sesuatu secara berkelompok (Slavin, 1990).
Salah satu metode pembelajaran kooperatif yang akan digunakan dalam kegiatan ini adalah Teams Games Tournament atau TGT

TEAMS GAMES-TOURNAMENT (TGT)
Metode ini pada awalnya dikembangkan oleh David DeVries dan Keith Edwards dan merupakan metode pembelajaran dari Johns Hopkins. Metode TGT hampir sama dengan metode STAD, tapi menggantikan kuis dalam STAD dengan turnamen. Metode ini memiliki kesamaan dinamika dengan STAD, tetapi lebih menambahkan dimensi kegembiraan karena permainan-permainan yang digunakan. Dalam metode TGT para siswa akan berlomba sebagai wakil tim mereka dengan anggota tim lain

Tahap-tahap pelaksanaan metode TGT adalah sebagai berikut:

1. Presentasi di Kelas
Materi dalam TGT pertama-tama disosialisaskan dan diperkenalkan dalam presentasi dalam kelas oleh guru. Para siswa harus mengerti jalan permainan yang akan mereka lakukan dan juga materi yang akan digunakan dalam permainan

2. Tim
Tim terdiri dari tiga atau empat siswa yang dibagi secara proporsional dan berdasarkan jenis kelamin dan prestasi akademis. Fungsi utama dari tim ini adalah memastikan bahwa semua anggota tim benar-benar belajar dan lebih khususnya lagi adalah untuk mempersiapkan anggotanya untuk bisa mengikuti turnamen dengan baik. Tim adalah fitur yang paling penting dalam TGT. Pada tiap poinnya, diharapkan semua anggota tim dapat melakukan yang terbaik untuk timnya dan ini berarti suatu dukungan yang sangat penting dalam proses pembelajaran materi yang diberikan.

3. Game
Game terdiri atas pertanyaan-pertanyaan yang kontennya relevan dengan materi ajar dan media koran yang dirancang untuk menguji kemampuan dan pengetahuan peserta didik yang diperolehnya dari presentasi di kelas dan pelaksanaan kerja tim. Game dimainkan di atas meja turnamen dengan tiga atau empat siswa, yang masing-masing mewakili tim yang berbeda.

4. Turnamen
Turnamen adalah suatu kegiatan yang menggunakan game antar tim. Pada turnamen pertama guru menunjuk siswa untuk berada di meja-meja turnamen yang telah ditentukan. Tiga siswa berprestasi tinggi sebelumnya berada di meja 1, tiga berikutnya di meja 2 dan seterusnya. Model kompetisi yang seimbang ini memungkinkan para siswa dari semua tingkat prestasi akademik sebelumnya berkontribusi secara maksimal pada tim mereka. Mereka bisa naik atau turun tingkat sesuai dengan prestasi akademis mereka.

5. Rekognisi Tim
Rekognisi berupa penghargaan atau reward diberikan kepada tim yang meraih skor tertinggi dalam turnamen. Rekognisi dilakukan sebagai stimultan sekaligus untuk mengkomunikasikan dan mensosialisasikan tentang ”nilai” bahwa kesuksesan tim itu (bukan hanya kesuksesan individu) merupakan sesuatu yang penting. Karena hal inilah yang akan memberikan motivasi pada peserta didik untuk membantu teman satu timnya belajar dan bersama-sama berusaha memenangi memenangkan turnamen.

6. Materi Games (The Jakarta Post)
Dalam kegiatan ini akan digunakan koran The Jakarta Post untuk materi
permainan ini karena sesuai dengan materi ajar yang dipilih yaitu News Item.
Penggunaan media koran akan sangat berguna untuk siswa karena koran akan dapat menstimulasi dan membiasakan siswa untuk membaca dan mempelajari informasi-informasi yang ada di surat kabar. Koran dianggap bisa menjembatani gap antara kelas dan dunia nyata. Koran dapat kita anggap sebagai pelengkap buku paket yang berisi hal-hal terbaru dari dunia nyata.

LEMBAR SKOR PERMAINAN

PEMAIN TIM GAME 1 GAME 2 GAME 3 TOTAL HARI ITU POIN TURNAMEN
Caroline Dejavu 8 8 7 23 30
Stevanus The post 9 8 8 25 60
Winny T-News 7 6 7 20 20
Abednego Teens 6 9 9 24 40

MENGHITUNG POIN-POIN TURNAMEN

Untuk Permainan dengan 3 pemain

Pemain Tidak ada yang
Seri Seri nilai tertinggi Seri nilai terendah Seri 3 macam
Peraih skor tertinggi 60 poin 50 poin 60 poin 40 poin
Peraih skor tengah 40 poin 50 poin 30 poin 40 poin
Peraih skor rendah 20 poin 20 poin 30 poin 40 poin

Untuk permainan dengan 4 pemain

Pemain Tidak ada yang seri Seri nilai tertinggi Seri nilai tengah Seri nilai rendah Seri nilai tertinggi 3 macam Seri nilai terendah 3 macam Seri 4 macam Seri nilai tertinggi dan terendah
Peraih skor tertinggi 60 50 60 60 50 60 40 50
Peraih skor tengah atas 40 50 40 40 50 30 40 50
Peraih skor tengah bawah 30 30 40 30 50 30 40 30
Peraih skor rendah 20 20 20 30 20 30 40 30

BAB III

KEGIATAN PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN

1. RANCANGAN DAN MEKANISME KEGIATAN

a. Merencanakan topik materi dan kelas yang dipilih untuk pelaksanaan kegiatan
b. Memberikan materi Genre Text pada kelas yang dipilih dengan menggunakan metode cooperative learning, yaitu model TGT (Tournaments Games Team)
c. Melakukan observasi di kelas saat proses pembelajaran berlangsung terhadap:
– perhatian dan perilaku siswa terhadap materi yang disampaikan dengan menggunakan model TGT
– kerjasama antar siswa di dalam kelompok-kelompok yang telah terbentuk
– proses pemahaman siswa terhadap materi, baik secara individual maupun dalam kelompok
– kemampuan daya serap siswa

Mencatat hasil observasi dan mengumpulkan data-data hasil pembelajaran siswa
a. Mengolah data hasil observasi dan mengevaluasi kelebihan dan kelemah-kelemahan yang ada
b. Merencanakan kegiatan berikutnya, yang merupakan hasil refleksi dari kegiatan sebelumnya
c. dan seterusnya

2. BAGAN LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PER SIKLUS

TUJUAN DAN MANFAAT

1. TUJUAN

Tujuan Umum:
– meningkatkan kompetensi reading siswa

Tujuan Khusus:
– menciptakan suatu kondisi pembelajaran yang menarik minat siswa untuk lebih menyenangi pelajaran Bahasa Inggris, khususnya pada kompetensi dasar reading

2. MANFAAT
Guru : memperluas pengetahuan dan wawasan serta menggali kreativitas
dalam menggunakan metode-metode pembelajaran yang menarik

Siswa : dapat menambah motivasi siswa dalam mempelajari dan
memahami bacaan genre text dan pada akhirnya dapat
meningkatkan hasil belajar siswa

Sekolah : dapat memberikan sumbangan dalam upaya meningkatkan mutu
pembelajaran di sekolah

INDIKATOR KINERJA

Indikator keberhasilan dalam kegiatan ini adalah apabila guru dapat menerapkan pembelajaran materi reading genre text yang mengembangkan ketrampilan intelektual siswa secara efektif, yaitu siswa memahami materi ajar, aktif dalam proses pembelajaran untuk bekerja sama dan berbagi dalam kelompok serta hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan. Adapun tingkat keberhasilan pembelajaran diukur dengan hasil pengamatan dan evaluasi dengan parameter lebih dari 75 % dari jumlah siswa di kelas memiliki nilai di atas SKM, yaitu 65 dan 75 % dari jumlah siswa di kelas berperan aktif dalam kerjasama kelompok

TINDAK LANJUT KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan pembelajaran kooperatif menjadi salah satu upaya guru untuk menambah wawasan, wacana dan sarana pengembangan diri. Hal ini yang mendasari keinginan dan harapan untuk terlaksananya kegiatan pembelajaran kooperatif dengan model Teams Games Tournament (TGT). Sesuai dengan manfaat kegiatan pembelajaran, keberlanjutan pelaksanaan kegiatan merupakan tujuan lain yang ingin dicapai.
Dasar-dasar keberlangsungan kegiatan:
– jika peningkatan hasil pembelajaran tercapai, maka metode pembelajaran akan digunakan dalam penyampaian materi selanjutnya; dan apabila tidak tercapai, maka akan dicarikan solusi alternatif atau pengembangan dan modifikasi dari metode yang sudah ada
– semua yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran ini (proposal, referensi, catatan-catatan pelaksanaan, hasil observasi dan laporan) akan menjadi rujukan dan pelaksana akan berbagi pengalaman dengan rekan sejawat
– media pembelajaran (koran-koran, hasil perekaman dan sebagainya) hasil dari kegiatan pembelajaran dapat menjadi media pembelajaran dalam penyampaian materi ajar

BAB IV

PELAKSANAAN KEGIATAN
PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN

PELAKSANAAN KEGIATAN SIKLUS 1

Pada tahap pelaksanaan kegiatan situs pertama ini, kegiatan pembelajaran dilaksanakan berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Kegiatan pembelajaran situs pertama dengan rincian sebagai berikut:

1. PERENCANAAN

Tahap perencanaan ini dimulai pada bulan November 2008 hingga Maret 2009, yaitu pembuatan atau penyusunan proposal kegiatan dan perbaikannya (revisi).
– Langkah awal tahap perencanaan Siklus 1, yaitu tim pelaksana merumuskan atau mengidentifikasikan masalah, yaitu rendahnya aktivitas dan tingkat keberhasilan prestasi belajar siswa dalam perolehan nilai hasil belajar, yaitu lebih dari separuh siswa di kelas (52%) yang memperoleh nilai di bawah Standar Ketuntasan Minimum/SKM berdasarkan hasil perolehan nilai Ulangan Harian Kompetensi Dasar Reading. SKM untuk mata pelajaran Bahasa Inggris adalah 65.
– Memilih dan menentukan metode pembelajaran kooperatif model Tournament Games Team (TGT) sebagai metode pembelajaran alternatif untuk memecahkan permasalahan tersebut di atas
– Mempersiapkan materi-materi ajar dengan pokok bahasan News Item Text dan media pembelajaran berupa koran The Jakarta Post untuk membantu siswa dalam memahami materi ajar

2. TINDAKAN / OBSERVASI

Pelaksanaan Siklus 1 dilaksanakan dalam sekali pertemuan, yaitu pada tanggal 25 Maret 2009.
Pelaksanaan tahap Tindakan / Observasi:

- Kegiatan Pendahuluan
Sebelum kegiatan, guru bersama siswa telah membentuk 4 (empat) based team tim secara heterogen, dan guru membagi anggota-anggota tim dalam 7 (tujuh) meja turnamen berdasarkan hasil pencapaian nilai siswa sebelumnya.
Pada saat kegiatan, guru memberikan apersepsi tentang News Item Text. Selain itu guru juga mencoba untuk memberikan motivasi dan menumbuhkan minat membaca dan rasa ingin tahu siswa dengan mengajak siswa memainkan “Scavenger Game”. Dalam game ini, guru memberikan beberapa topik artikel yang ada dalam koran The Jakarta Post. Setiap kelompok saling berlomba mencari artikel-artikel dalam koran yang sesuai dengan topik yang telah diberikan.

- Pengembangan
Dalam kegiatan ini guru menggunakan metode pembelajaran kooperatif model Tournament Games Team (TGT) . Dalam metode ini siswa dibagi dalam beberapa tim dan anggota-anggota tim tersebut akan memainkan game akademik dengan anggota tim lain dalam meja-meja turnamen untuk untuk menyumbangkan poin bagi skor timnya.
Masing-masing siswa diberi koran The Jakarta Post dan mereka diminta memilih satu News Item text. Setelah itu mereka harus menganalisa generic structure dari text yang mereka pilih dan membuat 5 pertanyaan beserta jawabannya untuk mengetahui kemampuan pemahaman siswa terhadap text.
Dalam meja turnamen, siswa yang hasil kerjanya terbaik akan mendapatkan score terbesar dan itu akan dicatat dalam lembar penilaian tim.
Dengan menggunakan kompetisi semacam ini, terbentuk suasana yang kompetitif dalam kelas. Siswa menjadi lebih bersemangat karena mereka harus berjuang mengungguli kelompok yang lain. Tanpa mereka sadari mereka akan mengembangkan kemampuannya secara optimal.
Media yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah koran berbahasa Inggris. Tidaklah mudah bagi siswa untuk membaca dan mengerti isi koran seperti ini. Tapi dengan menggunakan metode kompetisi seperti yang telah dilakukan, hasilnya sangat luar biasa. Siswa dengan penuh semangat membaca koran dan mengerahkan kemampuan mereka secara optimal untuk mendapatkan informasi-informasi yang diminta.

- Kegiatan Penutup
Pada kegiatan penutup, guru memeriksa hasil kerja siswa dan memberikan skor pada lembar kerja siswa. Setelah itu skor siswa diisikan pada lembar penilaian tim yang ditempel di papan kelas. Saat pengisian skor adalah saat yang paling dinantikan siswa karena setiap skor yang mereka peroleh secara individu akan sangat mempengaruhi skor turnamen tim.

REFLEKSI

Pada tahap refleksi ini guru beserta tim mengevaluasi dan menganalisis hasil proses kegiatan pembelajaran. Hasil dari refleksi yang mengkaji proses belajar mengajar pada siklus pertama ini akan menjadi dasar untuk menentukan pelaksanaan kegiatan pada siklus kedua. Kekurangan dan kelemahan yang terdapat pada pelaksanaan kegiatan siklus pertama ini akan menjadi acuan untuk membuat dan menyusun perencanaan pada siklus kedua.

HASIL KEGIATAN SIKLUS 1

Berdasarkan hasil evaluasi dan observasi pada pelaksanaan kegiatan siklus 1 didapatkan data-data dalam bentuk tabulasi sebagai berikut:

NILAI HASIL PEROLEHAN AWAL HASIL PEROLEHAN SIKLUS 1
Frekuensi Prosentase Frekuensi Prosentasi
0 – 44 0 0 0 0
45 – 64 14 52 5 19
65 – 84 11 40 17 62
85 – 100 2 8 5 19

Dengan melihat hasil kerja siswa pada pelaksanaan siklus pertama yang menggunakan model TGT (Tournament Games Team), dapat dilihat adanya kemajuan dalam perolehan nilai siswa, walaupun masih ada 19% siswa yang nilainya berada di bawah SKBM.

TOURNAMENT SCORE

A
PLAYER TEAM GAME 1 GAME 2 GAME 3 GAME 4 TOTAL SCORE TOURNAMENT POINT
STEVANUS VALKYRIE 60 60
CAROLINE APPLE 50 40
WINNY ZEN 50 30
MELISA GREEN TEA 50 20

B
PLAYER TEAM GAME 1 GAME 2 GAME 3 GAME 4 TOTAL SCORE TOURNAMENT POINT
IWAN VALKYRIE 60 60
LANY APPLE 50 40
UFUK ZEN 50 30
IVANA GREEN TEA 50 20

C
PLAYER TEAM GAME 1 GAME 2 GAME 3 GAME 4 TOTAL SCORE TOURNAMENT POINT
IRAWAN VALKYRIE 60 40
IVONE APPLE 50 30
ANASTASIA ZEN 50 20
CINDY GREEN TEA 50 60

D
PLAYER TEAM GAME 1 GAME 2 GAME 3 GAME 4 TOTAL SCORE TOURNAMENT POINT
WEAVER VALKYRIE 60 60
STANDY APPLE 50 30
FRANSISCA ZEN 50 30
TANTI GREEN TEA 50 30

E
PLAYER TEAM GAME 1 GAME 2 GAME 3 GAME 4 TOTAL
SCORE TOURNAMENT POINT
HARRY VALKYRIE 60 50
ISYAK APPLE 50 20
HARRIS ZEN 50 50
FRANKO GREEN TEA 50 30

F
PLAYER TEAM GAME 1 GAME 2 GAME 3 GAME 4 TOTAL SCORE TOURNAMENT POINT
BILLY VALKYRIE 60 20
MITCHELL APPLE 50 60
LIDYA ZEN 50 40
DANIEL GREEN TEA 50 40

G
PLAYER TEAM GAME 1 GAME 2 GAME 3 GAME 4 TOTAL SCORE TOURNAMENT POINT
GRANT VALKYRIE 60 30
FELICIA ZEN 50 60
LOA HENDRA GREEN TEA 50 30

FOTO KEGIATAN
TOURNAMENT GAMES TEAM
SIKLUS PERTAMA

PELAKSANAAN KEGIATAN SIKLUS 2

Pada tahap pelaksanaan kegiatan siklus 2, kegiatan pembelajaran dilaksanakan berdasarkan evaluasi dan refleksi kegiatan siklus 1. Kegiatan pembelajaran siklus 2 dengan rincian sebagai berikut:

1. PERENCANAAN
Tahap perencanaan ini dimulai pada bulan November 2008 hingga Maret 2009, yaitu pembuatan atau penyusunan proposal kegiatan dan perbaikannya (revisi).
– Langkah awal tahap perencanaan Siklus 2, yaitu tim pelaksana merumuskan atau mengidentifikasikan masalah, yaitu pencapaian hasil siklus 1 dianggap kurang maksimal. 19% siswa masih mendapatkan nilai di bawah SKM (Standar Ketuntasan Minimum. SKM untuk mata pelajaran Bahasa Inggris adalah 65.
– Memilih dan menentukan metode pembelajaran kooperatif model Tournament Games Team (TGT) sebagai metode pembelajaran alternatif untuk memecahkan permasalahan tersebut di atas
– Mempersiapkan materi-materi ajar dengan pokok bahasan News Item Text dan media pembelajaran berupa koran The Jakarta Post untuk membantu siswa dalam memahami materi ajar

2. TINDAKAN / OBSERVASI
Pelaksanaan Siklus 2 dilaksanakan dalam sekali pertemuan, yaitu pada tanggal 10 Mei 2009.
Pelaksanaan tahap Tindakan / Observasi:

- Kegiatan Pendahuluan
Kegiatan siswa dilakukan dalam kelompok yang telah dbentuk saat siklus 1 . Siswa telah dibagi dalam 4 (empat) based team tim secara heterogen, dan guru membagi anggota-anggota tim dalam 7 (tujuh) meja turnamen berdasarkan hasil pencapaian nilai siswa sebelumnya.
Pada saat kegiatan, guru memberikan apersepsi tentang News Item Text. Selain itu guru juga mencoba untuk memberikan motivasi dan menumbuhkan minat membaca dan rasa ingin tahu siswa dengan mengajak siswa memainkan “Scavenger Game”. Dalam game ini, guru memberikan beberapa topik artikel yang ada dalam koran The Jakarta Post. Setiap kelompok saling berlomba mencari artikel-artikel dalam koran yang sesuai dengan topik yang telah diberikan.

- Pengembangan
Dalam kegiatan ini guru tetap menggunakan metode pembelajaran kooperatif model Tournament Games Team (TGT) . Dalam metode ini siswa dibagi dalam beberapa tim dan anggota-anggota tim tersebut akan memainkan game akademik dengan anggota tim lain dalam meja-meja turnamen untuk untuk menyumbangkan poin bagi skor timnya.
Pada kegiatan siklus 1, masing-masing siswa diberi koran The Jakarta Post dan mereka diminta memilih satu News Item text. Setelah itu mereka harus menganalisa generic structure dari text yang mereka pilih dan membuat 5 pertanyaan beserta jawabannya untuk mengetahui kemampuan pemahaman siswa terhadap text. Dalam siklus 2, guru memilih satu artikel untuk seluruh siswa. Hal ini dilakukan dengan tujuan seluruh siswa mendapatkan soal dengan tingkat kesulitan yang sama.
Dalam meja turnamen, siswa yang hasil kerjanya terbaik akan mendapatkan score terbesar dan itu akan dicatat dalam lembar penilaian tim. Lembar penilaian melanjutkan lembaran siklus 1
Dengan menggunakan kompetisi semacam ini, terbentuk suasana yang kompetitif dalam kelas. Siswa menjadi lebih bersemangat karena mereka harus berjuang mengungguli kelompok yang lain. Tanpa mereka sadari mereka akan mengembangkan kemampuannya secara optimal.
Alat / media yang digunakan dalam pembelajaran ini tetap menggunakan koran berbahasa Inggris. Tidaklah mudah bagi siswa untuk membaca dan mengerti isi koran seperti ini. Oleh karena itu dalam siklus 2 ini tiap siswa membawa kamus untuk mempermudah menganalisa artikel mereka dan dengan menggunakan metode kompetisi seperti yang telah dilakukan, hasilnya sangat luar biasa. Siswa dengan penuh semangat membaca koran dan mengerahkan kemampuan mereka secara optimal untuk mendapatkan informasi-informasi yang diminta.

- Kegiatan Penutup
Setelah selesai kegiatan pembelajaran, guru memeriksa hasil kerja siswa dan memberikan skor pada lembar kerja siswa. Setelah itu skor siswa diisikan pada lembar penilaian tim yang ditempel di papan kelas. Lembar penilaian yang digunakan meneruskan lembar penilaian siklus 1. Saat pengisian skor adalah saat yang paling dinantikan siswa karena setiap skor yang mereka peroleh secara individu akan sangat mempengaruhi skor turnamen tim.

REFLEKSI

Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas dan mendapatkan hasil nilai siswa. guru beserta tim mengevaluasi dan menganalisis hasil proses kegiatan pembelajaran.

HASIL KEGIATAN SIKLUS 2

Berdasarkan hasil evaluasi dan observasi pada pelaksanaan kegiatan siklus 1 didapatkan data-data dalam bentuk tabulasi sebagai berikut:

NILAI HASIL PEROLEHAN AWAL HASIL PEROLEHAN SIKLUS 1
Frekuensi Prosentase Frekuensi Prosentasi
0 – 44 0 0 0 0
45 – 64 5 19 1 4
65 – 84 17 62 16 62
85 – 100 5 19 9 34

Dengan melihat hasil kerja siswa pada pelaksanaan siklus pertama yang menggunakan model TGT (Tournament Games Team), dapat dilihat adanya kemajuan dalam perolehan nilai siswa, walaupun masih ada 19% siswa yang nilainya berada di bawah SKBM.
Dari hasil di atas dapat dilihat kemajuan yang dialami siswa pada kegiatan siklus 2 ini.

REFLEKSI

1. Tingkat kesulitan kosa kata artikel dalam koran cukup tinggi bagi siswa, tapi hal itu dapat diatasi dengan penggunaan kamus oleh siswa
2. Pada waktu guru memerikasa hasil kerja siswa, siswa diberi aktivitas lain sehingga kondisi kelas tidak terlalu ramai
3. Tingkat kesulitan soal tiap siswa sama sehingga dapat dilihat dengan jelas kemampuan siswa dalam memahami dan menganalisa teks

TOURNAMENT SCORE

A
PLAYER TEAM GAME 1 GAME 2 GAME 3 GAME 4 TOTAL SCORE TOURNAMENT POINT
STEVANUS VALKYRIE 60 60 60 30 210 60
CAROLINE APPLE 50 40 40 30 170 30
WINNY ZEN 50 30 30 60 190 40
MELISA GREEN TEA 50 20 20 30 150 20

B
PLAYER TEAM GAME 1 GAME 2 GAME 3 GAME 4 TOTAL SCORE TOURNAMENT POINT
IWAN VALKYRIE 60 60 60 40 220 60
LANY APPLE 50 40 50 40 180 40
UFUK ZEN 50 30 50 40 170 30
IVANA GREEN TEA 50 20 50 40 160 20

C
PLAYER TEAM GAME 1 GAME 2 GAME 3 GAME 4 TOTAL SCORE TOURNAMENT POINT
IRAWAN VALKYRIE 60 40 60 40 200 50
IVONE APPLE 50 30 50 40 170 30
ANASTASIA ZEN 50 20 50 40 160 20
CINDY GREEN TEA 50 60 50 40 200 50

D
PLAYER TEAM GAME 1 GAME 2 GAME 3 GAME 4 TOTAL SCORE TOURNAMENT POINT
WEAVER VALKYRIE 60 60 60 40 220 60
STANDY APPLE 50 30 50 40 170 40
FRANSISCA ZEN 50 30 50 40 170 40
TANTI GREEN TEA 50 30 — — 80 20

E
PLAYER TEAM GAME 1 GAME 2 GAME 3 GAME 4 TOTAL
SCORE TOURNAMENT POINT
HARRY VALKYRIE 60 50 60 50 220 60
ISYAK APPLE 50 20 50 30 150 20
HARRIS ZEN 50 50 50 30 180 40
FRANKO GREEN TEA 50 30 50 50 180 40

F
PLAYER TEAM GAME 1 GAME 2 GAME 3 GAME 4 TOTAL SCORE TOURNAMENT POINT
BILLY VALKYRIE 60 20 60 60 200 50
MITCHELL APPLE 50 60 50 40 200 50
LIDYA ZEN 50 40 50 40 180 30
DANIEL GREEN TEA 50 40 50 20 160 20

G
PLAYER TEAM GAME 1 GAME 2 GAME 3 GAME 4 TOTAL SCORE TOURNAMENT POINT
GRANT VALKYRIE 60 30 60 40 190 60
FELICIA ZEN 50 60 50 40 200 40
LOA HENDRA GREEN TEA 50 30 50 40 170 20

Based Team :
VALKYRIE TEAM
No Name Game 1 Game 2 Game 3 Game 4
1 BILLY BASTIAN TINDAGE 60 20 60 60
2 STEVANUS WIDJAYA 60 60 60 30
3 IWAN CAHYA HARTONO 60 60 60 40
4 IRAWAN SUGIHARTO 60 40 60 40
5 WEAVER 60 60 60 40
6 HARRY TRY SUTRISNO 60 50 60 50
7 GRANT RICH UNTONO 60 40 60 40
Average 60 48 60 43

Based Team :
APPLE TEAM
No Name Game 1 Game 2 Game 3 Game 4
1 CAROLNIE OCTAVIA W 50 40 50 30
2 IVONE STEFANI 50 30 50 40
3 LANY MARLIN D 50 40 50 40
4 STANDY MARIO ANGGA W 50 40 50 40
5 ISYAK HAM 50 20 50 30
6 MITCHELL YUWONO S 50 60 50 40
7
Average 50 39 50 37

Based Team :
ZEN TEAM
No Name Game 1 Game 2 Game 3 Game 4
1 ANASTASIA AMANDA 50 20 50 40
2 FRANSISCA FORTUNATA 50 30 50 40
3 LIDYA SUGIANTO 50 40 50 40
4 WINNY PANGESTU 50 30 50 60
5 UFUK MARTHA 50 30 50 40
6 HARRIS TANOYO 50 50 50 30
7 FELICIA MICHELLE L 50 40 50 40
Average 50 35 50 41

Based Team :
GREEN TEA TEAM
No Name Game 1 Game 2 Game 3 Game 4
1 CINDY FRANSISCA TANRIM 50 60 50 40
2 MELISA LUSIANA S 50 20 50 30
3 TANTI OCTAVIA 50 30 50 —
4 FRANKO SAPUTRA TANAKA 50 30 50 50
5 IVANA PERMATASARI 50 20 50 40
6 DANIEL WILHENSON KUNRANI 50 40 50 20
7 LOA HENDRA BUDIONO 50 40 50 40
Average 50 35 50 37

About these ads

June 8, 2009 - Posted by | my writing

1 Comment »

  1. I should email u about this.

    Comment by rape board | June 18, 2009 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: